Selasa, 30 Juni 2015

RUMOH CUT NYAK DHIEN



Assalamu’alaikum kawan-kawan...............
Peu haba ngen? Manteng turi ngen cut nyak dhien?
Gak kenal? Atau gak kenal lagi?
Gak pernah dengar?
Masak sih? Mau tau??????
Yuk  baca Artikel ini..........
Cut nyak dhien itu salah seorang wanita pejuangAceh yang melawan belanda Dimasa penjajahan . Cut Nyak Dhien adalah wanita yang tersohor di Indonesia khususnya di wilayah Aceh . Cut Nyak Dhien memiliki seorang suami yang bernama Teuku Umar. Teuku Umar ini adalah suami kedua Cut Nyak Dhien. Dimasa penjajahan Teuku Umar sempat berbelot dengan penjajah Belanda sehingga atas pembelotannya itu Belanda memberikan sebuah cendramata kepada Teuku Umar dan Cut Nyak Dhien,   yaitu sebuah rumah  dimana rumah tersebut kini  telah menjadi objek wisata atau situs sejarah yang terletak di desa lampisang kecamatam peukan bada kabupaten Aceh Besar propinsi Aceh.
 
Rumoeh cut nyak dhien memiliki ciri-ciri yang hampir sama dengan rumah Aceh biasanya, yakni rumah panggung yang terangkai dari papan yang berwarna hitam terang yang berukuran 25 x 17 m, yang mempunyai 25 pilar (tiang) dengan atapnya daun rumbia. Rumah ini mempunyai enam anak tangga, satu ruang tengah, dua serambi,yaitu serambi depan dan serambi belakang.

Diserambi depan terdapat tiga ruang yaitu dua ruang perpustakaan dan dua kamar tidur yang saling berhadapan yang berada di pertengahan ruang perpustakaan.

Kamar Pembantu                                                                      Ruang Makan
Diruang tengah terdapat ruang makan dan satu kamar pembantu dengan dua ranjang tidur.
Dapur Cut Nyak Dhien berada diluar, tepatnya dibawah rumah
 
                   Ruang Rapat                                          Kamar Tidur Cut Nyak Dhien
Diserambi belakang ada ruang rapat yang digunakan untuk menyusun strategi perang, kamar tidur untuk beristirahat dan ruang tamu khusus.



Ruang Tamu Khusus

Dan terlihat dari sisi luar rumah Cut Nyak Dhien halaman yang cuuukup luas yang dihiasi dengan tanama-tanaman yang indah  serta terdapat sebuah sumur yang terletak disamping belakang rumah cut nyak dhien yang tingginya 10 m,yang tersusun dari batu bata dan beton. Tujuannya agar tidak mudah diracuni.

Tau gak teman teman……..
 Ada sedikit cerita menarik di rumah cut nyak dhien lho…..
ternyata….. rumah ini merupakan replica yang disesuaikan dengan rumah yang  aslinya. Dimana dulunya rumah ini sempat di bakar oleh belanda. Tau gak kenapa??????  rupanya belanda merasa terhianati oleh teuku umar karena telah memanfaatkan belanda hanya untuk mendapatkan senjata yang pada akhirnya senjata itu diberikan kepada rakyat Aceh untuk berperang kembali melawan belanda.

Udah tau kan teman-teman tentang rumah Cut Nyak Dhien?
Udah tau? Atau masih belum tau? Mau lebih yakin??
Yuuukk kunjungi rumah cut nyak dhien…
Sampai jumpa di artikel  selanjutnya….

        Terimong geunaseh..
 Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh…
Tugas Penelitian, Mahasiswa Unit 1, Jurusan Sejarah Kebudayaan Islam, UIN Ar-Raniry, Darussalam, Banda Aceh.




Selasa, 19 Mei 2015

khenduri di Aceh


KHENDURI MAULID

apa sih khenduri mauled itu ?
mau tau gak ? yuuks baca artikel ini....

            kendhuri mauled yaitu khenduri memperingati kelahiran Rasulullah pada tanggal 12 rabiul awwal. kenduri ini diadakan mulai dari desa sampai ke ibukota provinsi. tradisi ini masih sangat mentah sampai saat ini.bulan diadakan khenduri ini dalam bahasa aceh disebut buleun moled yaitu bulan maulid. setempat biasanya bapak-bapak warga setempat pergi ke meunasah untuk memasak daging lembu atau kambing yang sudah dibeli terlebih dahulu pada waktu siang hari. dan membagikan nya kepada warga setempat dengan penyerahan kupon atau tiket untuk mendapat daging lembu atau kambing yang dibagikan sebelum hri H. dan dari pagi hari sampai siang dikampung tersebut dihiasi dengan alunan zikir maulid atau salawat yang dibaca oleh pemuda-pemuda kampung setempat. setelah shalat ashar, semua wargasetempat menuju ke meunasah dengan membawa nasi dan lauk pauk serta tikar untuk makan bersama. dan orang-orang yang mampu atau kaya, mereka membuat acara dirumah sendiri dengan mengundang warga setempat dan saudara-saudara agar menjalin silaturrahmi.
            kadang-kadang di kampung tersebut, malam-malam diadakan tausiah atau ceramah dari penceramah luar atau tk mereka sendiri yang berguna untuk mengingat nabi muhammad SAW. itulah khenduri moled yang selalu meriah di negeri serambi mekkah ini.

referensi :
matsyah, ajidar, jatuh bangun kerajaan islam diaceh, yogyakarta: kaukaba, 2013

Minggu, 10 Mei 2015

TOKOH INSPIRASI

Hi kawan kawan  Kenali Profesor intelektual Aceh yuk … beliau adalah seorang wartawan,politisi, yang juga seorang figur budayawan, dalam menempuh perjuangan, beliau tidak pernah berjuang dengan pertempuran, melainkan dengan cara diplomasi, karena dgn cara itulah dapat terhindar dari aksi aksi kekerasan/revolusi sosial butike pada tahun 1953. Dalam memperjungkan kebenarannya beliau tidak pernah memilih pejuangan dengan cara pertempuran darah melainkan dengan cara diplomasi tahun 1953 disaat masyarakat Aceh berhasrat mengambil otonomi, diplomasi. Dalam hal inilah eliau lebih dikenal oleh masyarakat Aceh, tahukah kalian siapakah beliau ?? Beliau adalah Prof.H.A. Hasjmi, nama lengkap M. Ali bin Hasyim bin Abbas yang lahir di Lampaseh kec. Montasik Kab Aceh Besar pada tanggal 28 maret 1914 dari pasangan suami istri Tgk Hasyim dan Nyak Buleen. Beliau adalah anak tertua dari sepuluh bersaudara dari dua ibu, 7 dari ibu tiri, dan 3 dari ibu kandungnya. Ibu kandungnya meninggal saat beliau berusia 4 tahun, pada saat itu ayahnya seorang saudagar kain dan penjual ternak yang sering mondar mandir ke Medan. Meskipun demikian ayahnya seorang ulama pejuang Aceh looo  Kesibukan ayahnya membuat beliau lebih dekat dengan neneknya yaitu Nyak puteh. Dari Nyak Puteh lah beliau mendapatkan ilmu ilmu tulis, baca, baik itu huruf Arab maupun Arab jawi,mengaji, Ilmu Agama dan cerita tentang peristiwa peristiwa heroik peperangan antar kakeknya melawan Belanda. Pendidikan Formal A.Hajsmy mulai dengan Government In Landsce School Montasie, kemudian dikirim ke Padang Panjang untuk masuk di Thawalib School tingkst menengah. Setamat dari sana, beliau melanjutkan studinya ke Al’jamiah Qism Adaabul Laughah Wa Taarikh al islamiyah di Padang dan sempat kuliah di universitas Islam Sumatera Utara fakultas hukum serta sempat menjadi mahasiswa pertama di IAIN Arraniry ketika dibuka Fakultas Ushuluddin. Sejak masa mudanya, A. Hajsmy dikenal sebagai penulis dan pemimpin redaksi, karyanya yang ditulis kebanyakan menutip dari ayat Alquran yang diterjemahkan dalam bentuk puisi dan bertedensi perjuangan dan dakwah. Selain aktif dibidang organisasi seperti HPII( himpunan pemuda islam), SPIA ( serikat ulama seluruh aceh) ia dipercaya sebagai pemimpin bersama temannya, ia mendirikan gerakan Fajar (gerakan F) yaitu suatu gerakan bawah tanah yang mengatur system pemberontakan terhadap Belanda dengan menyebar luaskan jaringan ini fasilitas komunitas sepeerti Radio, surat kabar, dll. Gerakan tersebut menginspirasinya dari kawan kawan dari kalangan redaksi Indonesia membuat IPI (ikatan pemuda Indonesia) yang diketuai oleh Beliau sendiri. Setelah jepang menyerah tahun 1945, IPI bergerak aktif secara terang terangan, gerakan IPI ini kemudian dirubah menjadi BPI (barisan pemuda Indonesia). Di pesindo ini A. Hajsmy membangun barisan bersenjata yang diberi nama Divisi Rencong yang berguna untuk mempetahankan kemerdekaan Republik Indonesia di Aceh. Pengalaman untuk memperjuangkan yang digeluti dibidang organisasi baik sebelum maupun sessudah kemerdekaan membentuk sosok A.Hajsmy orang yang menhayati untuk mendalami sejarah perjuangan rakyat Aceh sebagai bagian dari masyarakat Indonesia. Sebagai orang yang berpolitik sosok Ali Hajsmy ini juga aktif dalam menduduki berbagai jabatan. Diantaranya pernah menjadi kepala jawatan sosial daerah Aceh pada tahun 1946-1947 dan menjadi staf Tgk Daud Beureuh jawatan kepala sosial keresidenan Aceh dan wakil kepala jawatan Sumatera Utara pada tahun 1949, menjadi inspektif jawatan sosial provinsi Aceh pada tahun 1950.tahun 1964-66 beliau mendirikan Kabinet dalam Negeri. Tahun 1968 beliau mendirikan Fakultas Dakwah dan publisitis di IAIN Arraniry dan mendapat gelar Prof pada tahun 1976. Pada tahun 1977-1982 beliau diangkat menjadi Rector IAIN AR-RANIRY. Dilihat dari catatan riwayat hidupnya, A.Hajsmy tidak pernah berhenti beraktivitas sejak muda sampai akhir hayatnya. Waaw Sangat mengagumkan Bukan …! NOTE: Mahasiswa UIN ARRANIRY BANDA ACEH Fakultas Adab dan Humaniora Sejarah kebudayaan Isla

Kamis, 23 April 2015

Permainan Jaman ku Kecil, Sekarang masih ada gak kawan ??

Permainan krim-krim 
 Hi kawan-kawan... 
Tahu gak kalian apa permainan krim-krim itu?
 Bagi yang tidak tau,, yuks baca karangan ku ...gratis loh... 
To the point aja ya... Permainan krim-krim adalah permainan kejar-kejaran yang dimainkan oleh anak-anak Aceh yang terdiri dari laki-laki dan perempuan tanpa batas jumlahnya. Pada zaman sekarang, krim-krim sudah jarang dimainkan, karena dianggap kuno dan lebih memilih permainan pada zaman modern. Padahal tidak loh... malah membuat kita bangga dengan permainan tradisional yang kita miliki. Tau gak gimana permainannya? Caranya...semua anak-anak yang ikut bermain, meletakkan salah satu telapak tangan diatas telapak tangan teman-temannya dan menyanyikan “pompimpang alaiyung gambreng...” dan melepaskan tangan sambil menampakkan tangan mereka. Jika salah satu telapak tangan mereka berbeda dengan yang lain maka dia keluar. Ex : jika si A menampakkan telapak tangannya yang terbuka, dan telapak tangan teman-temannya tertutup, maka si A keluar dari kelompok itu dan teman-temannya memulai lagi seperti semula hingga yang akhir keluar. Maka yang terakhir (Ex:si A) itulah yang mengejar teman-temannya yang sudah keluar terlebih dahulu. Jika si A akan menangkap temannya (si B), maka si B harus bilang “krim...” agar ia terkunci sebelum tertangkap, jika ia sudah terkunci, maka kawan yang lain harus membuka si B dengan cara menyentuh saja. Jika si B tidak mengatakan “krim” dan ia tertangkap, maka ia akan menjadi si A dan mengejar teman yang lainnya, dan begitulah seterusnya hingga permainan berakhir. Permainan ini memang simpel dan melelahkan tetapi menyenangkan, karena kita bebas bergerak. Tak percaya ? cobain dech...pasti menyenangkan. 

penulis diriku Mahasiswa Uin Arraniry Banda Aceh, Fakultas Adab Dan Humaniora Sejarah Kebudayaan Islam 2014/2015 Terimaksih telah membaca ;)

Tokoh sejarah Kita

Prof. H.ALI HASJMY
Ali Hasyimi lahir di lampaseh kecamatan montasik kabupaten aceh besar pada tanggal 28 maret 1914, dari pasangan suami istri teuku hasim(seorang pejuang aceh yang melawan belanda) dan nyak buleuen. Nama lengkapnya muhammad ali bin hasyim bin abbas. Beliau merupakan anak tertua dari sepuluh bersaudara dari dua ibu dan memiliki dua saudara kandung seayah dan seibu. Namun kedua telah meninggal ketika masih bayi. Dan ibunya meninggal ketika beliau masih berumur empat tahun. Dan beliau menikah pada usia dua puluh tujuh tahun dengan seorang gadis sekampungnya yang bernama zuriah dan dikaruniai tujuh orang anak. Ia adalah seorang ulama yang hijrah ke aceh pada zaman pemerintahan sultan alaidin johan syah dan diangkat menjadi kesyahbandaran kerajaan aceh darussalam.
Dilihat dari catatan hidupnya A.Hasjmy tidak pernah berhenti beraktivitas sampai beliau diangkat sebagai rektor IAIN Ar-Raniry untuk periode 1975 sampai 1982.