Selasa, 19 Mei 2015

khenduri di Aceh


KHENDURI MAULID

apa sih khenduri mauled itu ?
mau tau gak ? yuuks baca artikel ini....

            kendhuri mauled yaitu khenduri memperingati kelahiran Rasulullah pada tanggal 12 rabiul awwal. kenduri ini diadakan mulai dari desa sampai ke ibukota provinsi. tradisi ini masih sangat mentah sampai saat ini.bulan diadakan khenduri ini dalam bahasa aceh disebut buleun moled yaitu bulan maulid. setempat biasanya bapak-bapak warga setempat pergi ke meunasah untuk memasak daging lembu atau kambing yang sudah dibeli terlebih dahulu pada waktu siang hari. dan membagikan nya kepada warga setempat dengan penyerahan kupon atau tiket untuk mendapat daging lembu atau kambing yang dibagikan sebelum hri H. dan dari pagi hari sampai siang dikampung tersebut dihiasi dengan alunan zikir maulid atau salawat yang dibaca oleh pemuda-pemuda kampung setempat. setelah shalat ashar, semua wargasetempat menuju ke meunasah dengan membawa nasi dan lauk pauk serta tikar untuk makan bersama. dan orang-orang yang mampu atau kaya, mereka membuat acara dirumah sendiri dengan mengundang warga setempat dan saudara-saudara agar menjalin silaturrahmi.
            kadang-kadang di kampung tersebut, malam-malam diadakan tausiah atau ceramah dari penceramah luar atau tk mereka sendiri yang berguna untuk mengingat nabi muhammad SAW. itulah khenduri moled yang selalu meriah di negeri serambi mekkah ini.

referensi :
matsyah, ajidar, jatuh bangun kerajaan islam diaceh, yogyakarta: kaukaba, 2013

Minggu, 10 Mei 2015

TOKOH INSPIRASI

Hi kawan kawan  Kenali Profesor intelektual Aceh yuk … beliau adalah seorang wartawan,politisi, yang juga seorang figur budayawan, dalam menempuh perjuangan, beliau tidak pernah berjuang dengan pertempuran, melainkan dengan cara diplomasi, karena dgn cara itulah dapat terhindar dari aksi aksi kekerasan/revolusi sosial butike pada tahun 1953. Dalam memperjungkan kebenarannya beliau tidak pernah memilih pejuangan dengan cara pertempuran darah melainkan dengan cara diplomasi tahun 1953 disaat masyarakat Aceh berhasrat mengambil otonomi, diplomasi. Dalam hal inilah eliau lebih dikenal oleh masyarakat Aceh, tahukah kalian siapakah beliau ?? Beliau adalah Prof.H.A. Hasjmi, nama lengkap M. Ali bin Hasyim bin Abbas yang lahir di Lampaseh kec. Montasik Kab Aceh Besar pada tanggal 28 maret 1914 dari pasangan suami istri Tgk Hasyim dan Nyak Buleen. Beliau adalah anak tertua dari sepuluh bersaudara dari dua ibu, 7 dari ibu tiri, dan 3 dari ibu kandungnya. Ibu kandungnya meninggal saat beliau berusia 4 tahun, pada saat itu ayahnya seorang saudagar kain dan penjual ternak yang sering mondar mandir ke Medan. Meskipun demikian ayahnya seorang ulama pejuang Aceh looo  Kesibukan ayahnya membuat beliau lebih dekat dengan neneknya yaitu Nyak puteh. Dari Nyak Puteh lah beliau mendapatkan ilmu ilmu tulis, baca, baik itu huruf Arab maupun Arab jawi,mengaji, Ilmu Agama dan cerita tentang peristiwa peristiwa heroik peperangan antar kakeknya melawan Belanda. Pendidikan Formal A.Hajsmy mulai dengan Government In Landsce School Montasie, kemudian dikirim ke Padang Panjang untuk masuk di Thawalib School tingkst menengah. Setamat dari sana, beliau melanjutkan studinya ke Al’jamiah Qism Adaabul Laughah Wa Taarikh al islamiyah di Padang dan sempat kuliah di universitas Islam Sumatera Utara fakultas hukum serta sempat menjadi mahasiswa pertama di IAIN Arraniry ketika dibuka Fakultas Ushuluddin. Sejak masa mudanya, A. Hajsmy dikenal sebagai penulis dan pemimpin redaksi, karyanya yang ditulis kebanyakan menutip dari ayat Alquran yang diterjemahkan dalam bentuk puisi dan bertedensi perjuangan dan dakwah. Selain aktif dibidang organisasi seperti HPII( himpunan pemuda islam), SPIA ( serikat ulama seluruh aceh) ia dipercaya sebagai pemimpin bersama temannya, ia mendirikan gerakan Fajar (gerakan F) yaitu suatu gerakan bawah tanah yang mengatur system pemberontakan terhadap Belanda dengan menyebar luaskan jaringan ini fasilitas komunitas sepeerti Radio, surat kabar, dll. Gerakan tersebut menginspirasinya dari kawan kawan dari kalangan redaksi Indonesia membuat IPI (ikatan pemuda Indonesia) yang diketuai oleh Beliau sendiri. Setelah jepang menyerah tahun 1945, IPI bergerak aktif secara terang terangan, gerakan IPI ini kemudian dirubah menjadi BPI (barisan pemuda Indonesia). Di pesindo ini A. Hajsmy membangun barisan bersenjata yang diberi nama Divisi Rencong yang berguna untuk mempetahankan kemerdekaan Republik Indonesia di Aceh. Pengalaman untuk memperjuangkan yang digeluti dibidang organisasi baik sebelum maupun sessudah kemerdekaan membentuk sosok A.Hajsmy orang yang menhayati untuk mendalami sejarah perjuangan rakyat Aceh sebagai bagian dari masyarakat Indonesia. Sebagai orang yang berpolitik sosok Ali Hajsmy ini juga aktif dalam menduduki berbagai jabatan. Diantaranya pernah menjadi kepala jawatan sosial daerah Aceh pada tahun 1946-1947 dan menjadi staf Tgk Daud Beureuh jawatan kepala sosial keresidenan Aceh dan wakil kepala jawatan Sumatera Utara pada tahun 1949, menjadi inspektif jawatan sosial provinsi Aceh pada tahun 1950.tahun 1964-66 beliau mendirikan Kabinet dalam Negeri. Tahun 1968 beliau mendirikan Fakultas Dakwah dan publisitis di IAIN Arraniry dan mendapat gelar Prof pada tahun 1976. Pada tahun 1977-1982 beliau diangkat menjadi Rector IAIN AR-RANIRY. Dilihat dari catatan riwayat hidupnya, A.Hajsmy tidak pernah berhenti beraktivitas sejak muda sampai akhir hayatnya. Waaw Sangat mengagumkan Bukan …! NOTE: Mahasiswa UIN ARRANIRY BANDA ACEH Fakultas Adab dan Humaniora Sejarah kebudayaan Isla