Kamis, 23 April 2015

Permainan Jaman ku Kecil, Sekarang masih ada gak kawan ??

Permainan krim-krim 
 Hi kawan-kawan... 
Tahu gak kalian apa permainan krim-krim itu?
 Bagi yang tidak tau,, yuks baca karangan ku ...gratis loh... 
To the point aja ya... Permainan krim-krim adalah permainan kejar-kejaran yang dimainkan oleh anak-anak Aceh yang terdiri dari laki-laki dan perempuan tanpa batas jumlahnya. Pada zaman sekarang, krim-krim sudah jarang dimainkan, karena dianggap kuno dan lebih memilih permainan pada zaman modern. Padahal tidak loh... malah membuat kita bangga dengan permainan tradisional yang kita miliki. Tau gak gimana permainannya? Caranya...semua anak-anak yang ikut bermain, meletakkan salah satu telapak tangan diatas telapak tangan teman-temannya dan menyanyikan “pompimpang alaiyung gambreng...” dan melepaskan tangan sambil menampakkan tangan mereka. Jika salah satu telapak tangan mereka berbeda dengan yang lain maka dia keluar. Ex : jika si A menampakkan telapak tangannya yang terbuka, dan telapak tangan teman-temannya tertutup, maka si A keluar dari kelompok itu dan teman-temannya memulai lagi seperti semula hingga yang akhir keluar. Maka yang terakhir (Ex:si A) itulah yang mengejar teman-temannya yang sudah keluar terlebih dahulu. Jika si A akan menangkap temannya (si B), maka si B harus bilang “krim...” agar ia terkunci sebelum tertangkap, jika ia sudah terkunci, maka kawan yang lain harus membuka si B dengan cara menyentuh saja. Jika si B tidak mengatakan “krim” dan ia tertangkap, maka ia akan menjadi si A dan mengejar teman yang lainnya, dan begitulah seterusnya hingga permainan berakhir. Permainan ini memang simpel dan melelahkan tetapi menyenangkan, karena kita bebas bergerak. Tak percaya ? cobain dech...pasti menyenangkan. 

penulis diriku Mahasiswa Uin Arraniry Banda Aceh, Fakultas Adab Dan Humaniora Sejarah Kebudayaan Islam 2014/2015 Terimaksih telah membaca ;)

Tokoh sejarah Kita

Prof. H.ALI HASJMY
Ali Hasyimi lahir di lampaseh kecamatan montasik kabupaten aceh besar pada tanggal 28 maret 1914, dari pasangan suami istri teuku hasim(seorang pejuang aceh yang melawan belanda) dan nyak buleuen. Nama lengkapnya muhammad ali bin hasyim bin abbas. Beliau merupakan anak tertua dari sepuluh bersaudara dari dua ibu dan memiliki dua saudara kandung seayah dan seibu. Namun kedua telah meninggal ketika masih bayi. Dan ibunya meninggal ketika beliau masih berumur empat tahun. Dan beliau menikah pada usia dua puluh tujuh tahun dengan seorang gadis sekampungnya yang bernama zuriah dan dikaruniai tujuh orang anak. Ia adalah seorang ulama yang hijrah ke aceh pada zaman pemerintahan sultan alaidin johan syah dan diangkat menjadi kesyahbandaran kerajaan aceh darussalam.
Dilihat dari catatan hidupnya A.Hasjmy tidak pernah berhenti beraktivitas sampai beliau diangkat sebagai rektor IAIN Ar-Raniry untuk periode 1975 sampai 1982.